• Pertumbuhan Ekonomi: Ditargetkan berada pada kisaran 5,5% hingga 6,0%, didorong oleh hilirisasi industri, investasi hijau, dan konsumsi rumah tangga yang stabil.
  • Inflasi: Dikendalikan pada level 2,0% hingga 3,0% untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya terkait harga kebutuhan pokok.
  • Nilai Tukar Rupiah: Diharapkan stabil dan mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat, di tengah kebijakan suku bunga bank sentral global.
  • Lifting Migas: Peningkatan investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT) yang berjalan beriringan dengan optimalisasi sumur migas eksisting guna menekan impor energi.

Sinergi Mengawal Transisi dan Program Prioritas

Lebih jauh, Said Abdullah menyatakan bahwa RAPBN 2027 harus mampu menyediakan ruang fiskal yang cukup untuk membiayai program-program populis namun esensial dari pemerintahan baru, seperti program makan bergizi gratis, perbaikan infrastruktur sekolah, hingga pembangunan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“DPR RI, melalui fungsi hak budget (anggaran), akan terus mengawal proses ini. Kami memastikan setiap rupiah yang dipungut dari pajak rakyat akan dikembalikan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati,” tegas Said.

- Advertisement -
SLOT PARALLAX

Pasang Iklan Banner Anda di Sini

Efek parallax diam otomatis ala Igniel. Upload script/gambar di Customizer.

Sebagai penutup, Puan Maharani mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk turut serta memberikan masukan konstruktif. “Penyusunan RAPBN 2027 adalah kerja kolektif bangsa. Dengan gotong royong, kita optimis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan dan melangkah mantap menuju negara maju,” tutup Puan.

📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 3 dari 3