Pandangan Said Abdullah: Fokus pada Disiplin Fiskal dan Rasio Pajak

Sejalan dengan arahan Ketua DPR, Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, memaparkan analisis mendalam secara teknis mengenai proyeksi postur RAPBN 2027. Politisi senior PDI Perjuangan ini menyoroti pentingnya menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah batas aman 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), demi memastikan rasio utang pemerintah tetap terkendali.

“Tantangan terbesar kita dalam menyusun RAPBN 2027 adalah bagaimana meningkatkan ruang fiskal tanpa membebani masyarakat kelas menengah ke bawah. Optimalisasi penerimaan negara adalah kunci. Kita harus mendorong pemerintah untuk melakukan reformasi perpajakan yang komprehensif agar tax ratio (rasio pajak) bisa merangkak naik secara signifikan pada tahun tersebut,” jelas Said Abdullah.

- Advertisement -
SLOT PARALLAX

Pasang Iklan Banner Anda di Sini

Efek parallax diam otomatis ala Igniel. Upload script/gambar di Customizer.

Said juga menambahkan bahwa belanja negara harus diarahkan pada sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect (efek ganda) tinggi terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Proyeksi Asumsi Makro RAPBN 2027

Berdasarkan diskusi awal di tingkat panitia kerja (Panja) Banggar DPR, terdapat beberapa indikator asumsi makro ekonomi yang diproyeksikan akan menjadi tulang punggung RAPBN 2027. Indikator tersebut dirancang dengan mempertimbangkan tren pemulihan ekonomi domestik dan proyeksi perlambatan ekonomi global. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi sorotan:

๐Ÿ“‘ HALAMAN ARTIKEL
Halaman 2 dari 3