Beberapa isu krusial yang diyakini akan menjadi penentu arah dukungan Pengurus Wilayah (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) dalam Muktamar 2026 antara lain:
- Kemandirian Ekonomi: Tuntutan agar PBNU mampu menciptakan program pemberdayaan ekonomi riil bagi warga Nahdliyin di tingkat bawah.
- Kaderisasi Berkelanjutan: Memastikan regenerasi kepemimpinan dari tingkat ranting hingga pusat berjalan secara meritokratis.
- Independensi Politik: Memulihkan soliditas internal yang sempat terbelah akibat perbedaan pilihan politik pada Pilpres 2024.
Meski waktu pelaksanaan masih cukup lama, konsolidasi diam-diam diyakini telah mulai dilakukan oleh berbagai pihak. Muktamar NU 2026 dipastikan akan menjadi panggung demokrasi internal yang dinamis, di mana tradisi musyawarah mufakat para kiai akan berpadu dengan kelihaian lobi para aktivis pergerakan. Siapapun yang terpilih kelak, beban berat menanti untuk membawa bahtera NU melayari tantangan zaman yang semakin kompleks.
BACA JUGA:
Draf PPHN MPR Terus Digodok: Jaminan Keberlanjutan Pembangunan atau Karpet Merah Amandemen?
- Advertisement -
📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 3 dari 3
Leave a Reply