JAKARTA – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Senayan, Jakarta, kembali menjadi episentrum pergerakan massa. Sejak Kamis pagi, lautan manusia yang terdiri dari mahasiswa, buruh, aktivis, hingga publik figur tumpah ruah di depan gerbang utama kompleks parlemen. Aksi unjuk rasa berskala besar ini dipicu oleh manuver Badan Legislasi (Baleg) DPR yang dinilai berupaya menganulir Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Nomor 70/PUU-XXII/2024 terkait syarat pencalonan Kepala Daerah.

Dari Jagat Maya ke Jalanan: Kronologi Menggema #DemoDPR

Gerakan ini tidak lahir secara tiba-tiba. Sehari sebelum aksi massa terjadi, jagat media sosial Indonesia diguncang oleh kemunculan gambar Garuda berlatar biru dengan tulisan ‘Peringatan Darurat’. Bersamaan dengan itu, tagar #DemoDPR dan #KawalPutusanMK merajai trending topic di platform X (sebelumnya Twitter) dan Instagram.

- Advertisement -
SLOT PARALLAX

Pasang Iklan Banner Anda di Sini

Efek parallax diam otomatis ala Igniel. Upload script/gambar di Customizer.

Konsolidasi digital tersebut dengan cepat bertransformasi menjadi aksi nyata. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jabodetabek dan sekitarnya mulai bergerak menuju Senayan dengan mengenakan jaket almamater kebanggaan masing-masing. Mereka bergabung dengan elemen buruh dan masyarakat sipil yang telah lebih dulu merapatkan barisan.

Tuntutan Utama Massa Aksi

Dalam orasinya yang bergema dari atas mobil komando, para koordinator aksi menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap lembaga legislatif. Terdapat beberapa tuntutan krusial yang disuarakan oleh massa aksi dalam #DemoDPR kali ini, antara lain:

📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 1 dari 3