JAKARTA – Suhu politik nasional kembali memanas seiring dengan semakin dekatnya tahapan pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak. Berdasarkan pantauan #InfoPolitikTerkini, peta koalisi partai politik di berbagai daerah menunjukkan dinamika yang sangat cair dan kerap kali bertolak belakang dengan konstelasi politik di tingkat nasional pasca-Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu. Fenomena ini menarik perhatian publik dan para pengamat politik, mengingat partai-partai yang sebelumnya berseberangan secara diametral kini justru bergandengan tangan demi memenangkan kursi kepala daerah.
Pergerakan manuver elite politik di daerah membuktikan bahwa adagium “tidak ada kawan dan lawan yang abadi dalam politik, yang ada hanyalah kepentingan” masih sangat relevan. Sejumlah partai besar mulai mengeluarkan surat rekomendasi kepada tokoh-tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi di daerahnya masing-masing, tanpa mempedulikan warna jaket partai asal sang kandidat maupun riwayat perseteruan di pemilu sebelumnya.
Anomali Koalisi Nasional vs Daerah
Pola koalisi yang terbentuk saat Pilpres—seperti Koalisi Indonesia Maju (KIM) maupun koalisi perubahan dan koalisi lainnya—tampaknya tidak menjadi pakem yang wajib diikuti oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) atau Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Di beberapa wilayah strategis, partai-partai yang berada di luar pemerintahan justru berkoalisi dengan partai penguasa untuk mengusung satu pasangan calon yang sama.
Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, fenomena “kawin silang” antarpartai ini merupakan hal yang lumrah dalam sistem Pilkada langsung di Indonesia. “Di tingkat daerah, variabel penentu kemenangan bukanlah ideologi partai atau kedekatan dengan pusat, melainkan ketokohan dan modal sosial kandidat. Partai politik bersikap sangat pragmatis; mereka lebih memilih mengusung kader partai lain yang pasti menang daripada memaksakan kader sendiri yang elektabilitasnya rendah,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa pagi.

Leave a Reply Cancel reply