1. Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Sekitar 45 persen responden menyatakan bahwa masalah ekonomi, khususnya inflasi pangan dan daya beli masyarakat, adalah isu paling mendesak. Fluktuasi harga beras, cabai, dan kebutuhan dapur lainnya sering kali menjadi indikator utama bagi masyarakat akar rumput dalam menilai keberhasilan pemerintah. Tim ekonomi kabinet dituntut untuk tidak hanya mengandalkan operasi pasar, tetapi juga membenahi rantai pasok dan produksi pertanian dari hulu ke hilir.
2. Lapangan Pekerjaan dan Isu PHK
Di tengah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor padat karya seperti tekstil dan manufaktur, publik mendesak adanya kebijakan industrialisasi yang lebih melindungi pekerja lokal. Janji penciptaan lapangan kerja baru harus segera diwujudkan dalam bentuk investasi yang padat karya, bukan sekadar padat modal.
3. Pemberantasan Korupsi
Pada sektor penegakan hukum, tingkat kepuasan publik terpantau lebih rendah dibandingkan sektor keamanan dan hubungan internasional. Publik menunggu langkah konkret dan ‘tangan besi’ Prabowo dalam memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di dalam birokrasi pemerintahannya sendiri.
Tantangan Mempertahankan Kepercayaan
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, dalam rilis tanggapannya terhadap survei tersebut, menegaskan bahwa angka kepuasan 78 persen adalah pedang bermata dua. “Di satu sisi, ini adalah legitimasi yang luar biasa. Namun di sisi lain, ekspektasi publik terhadap Prabowo sangatlah tinggi. Jika program andalan seperti Makan Bergizi Gratis mengalami kebocoran anggaran atau gagal dieksekusi dengan baik, tingkat kepuasan publik Prabowo bisa merosot tajam dalam waktu singkat,” ujarnya.

Leave a Reply