JAKARTA – Hubungan diplomatik dan persahabatan antara Indonesia dan Timor Leste kembali mencatatkan momen penting nan bersejarah. Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta di Jakarta. Pertemuan dua tokoh bangsa ini bukan sekadar lawatan diplomatik biasa, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang arti rekonsiliasi, persaudaraan, dan perdamaian dunia.

Pertemuan Megawati dan Ramos Horta yang dikenal sebagai peraih Nobel Perdamaian tahun 1996 ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Keduanya memiliki rekam jejak sejarah yang panjang dalam membangun fondasi hubungan baru antara Indonesia dan Timor Leste pasca-jajak pendapat tahun 1999. Megawati, saat menjabat sebagai Presiden RI pada awal 2000-an, memiliki peran krusial dalam menormalisasi hubungan kedua negara yang bertetangga tersebut.

- Advertisement -
SLOT PARALLAX

Pasang Iklan Banner Anda di Sini

Efek parallax diam otomatis ala Igniel. Upload script/gambar di Customizer.

Nostalgia dan Semangat Rekonsiliasi

Dalam pertemuan tersebut, Megawati dan Ramos Horta tampak bernostalgia mengenai masa-masa transisi yang penuh tantangan. Megawati menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Timor Leste adalah contoh nyata bagi dunia tentang bagaimana dua negara yang pernah terlibat konflik dapat berdamai, saling memaafkan, dan membangun kerja sama yang strategis.

“Sejarah telah mencatat bahwa kita mampu melampaui masa lalu yang kelam. Rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste adalah bukti bahwa dialog dan pendekatan kemanusiaan selalu bisa mengalahkan ego sektoral dan permusuhan,” ujar Megawati dalam keterangan persnya usai pertemuan.

๐Ÿ“‘ HALAMAN ARTIKEL
Halaman 1 dari 3