Invasi Selebriti di Ranah Live Shopping
Salah satu fenomena paling mencolok dari perpaduan selebriti dan tren medsos dalam setahun terakhir adalah meledaknya tren live streaming dan live shopping. Figur publik dengan jutaan pengikut tak lagi hanya menerima endorsement berupa foto atau video berdurasi 60 detik. Mereka kini rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan kamera ponsel pintar untuk berjualan panci, pakaian, hingga produk kecantikan secara langsung.
Fenomena ini memunculkan disrupsi baru. Selebriti kini bersaing langsung dengan para pelaku UMKM dan konten kreator independen dalam memperebutkan atensi penonton. Keuntungan finansial yang ditawarkan dari fitur afiliasi medsos ini terbukti sangat menggiurkan, bahkan seringkali melampaui honor tampil di televisi konvensional.
Pandangan Pengamat: Kualitas vs Viralitas
Menyikapi fenomena ini, Pengamat Budaya Populer dan Media Digital, Dr. Irwan Setiawan, menilai bahwa ada pergeseran makna kesuksesan dalam industri hiburan saat ini. Menurutnya, industri kini lebih mendewakan viralitas ketimbang kualitas artistik.
“Dulu, seorang artis harus memiliki karya yang kuat—entah itu akting yang memukau atau vokal yang luar biasa—untuk bisa bertahan. Sekarang, currency atau mata uang utamanya adalah atensi. Asal bisa viral dan mengikuti tren medsos, seseorang bisa disebut selebriti,” ujar Irwan saat dihubungi pada Selasa (24/10).

Leave a Reply Cancel reply