• Penghapusan Pesangon Bertahap: RUU CKE memuat klausul yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan skema pesangon yang jauh lebih rendah dibandingkan undang-undang ketenagakerjaan sebelumnya.
  • Fleksibilitas Jam Kerja Ekstrem: Aturan baru ini dinilai melegalkan sistem kerja kontrak seumur hidup dan eksploitasi jam kerja tanpa kompensasi lembur yang memadai, mengancam kesejahteraan buruh.
  • Pelonggaran Izin Lingkungan: Demi menarik investasi asing, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) direduksi menjadi sekadar administrasi formal, yang berpotensi memperparah krisis ekologis di berbagai daerah.

Suara dari Lapangan: Tuntutan Buruh dan Mahasiswa

Di bawah terik matahari Jakarta, orasi demi orasi terus disuarakan dari atas mobil komando. Andi Gunawan, Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), menegaskan bahwa Aksi Demo DPR 2026 adalah bentuk mosi tidak percaya masyarakat terhadap wakil rakyat yang duduk di Senayan.

β€œHari ini kita membuktikan bahwa rakyat tidak buta dan tidak tuli. Aksi Demo DPR 2026 adalah peringatan keras bahwa gedung ini milik rakyat, bukan milik oligarki. Jika RUU CKE tetap disahkan, kami memastikan akan ada kelumpuhan nasional karena buruh dan mahasiswa akan mogok massal,” tegas Andi di hadapan ribuan massa yang menyambutnya dengan gemuruh tepuk tangan dan yel-yel perjuangan.

- Advertisement -
SLOT PARALLAX

Pasang Iklan Banner Anda di Sini

Efek parallax diam otomatis ala Igniel. Upload script/gambar di Customizer.

Senada dengan Andi, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, yang turut hadir di lokasi, menyatakan bahwa buruh adalah pihak yang paling dirugikan. β€œPasal-pasal dalam RUU CKE adalah bentuk perbudakan modern. Kami menuntut agar pimpinan DPR keluar menemui massa dan menyatakan pembatalan draf tersebut hari ini juga,” ujarnya kepada awak media.

Pengamanan Ekstra Ketat dan Rekayasa Lalu Lintas

Mengantisipasi eskalasi massa yang semakin membesar, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah menyiagakan sekitar 15.000 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP. Kawat berduri (barrier) dan kendaraan taktis seperti water cannon serta baracuda telah disiagakan di depan gerbang utama Gedung DPR RI sejak Senin malam.

πŸ“‘ HALAMAN ARTIKEL
Halaman 2 dari 4