Dinas Pertanian setempat mencatat setidaknya ada sekitar 3.500 hektare sawah yang terendam banjir. Jika genangan air tidak surut dalam kurun waktu satu minggu ke depan, tanaman padi dipastikan akan membusuk dan petani harus menelan pil pahit berupa puso (gagal panen). Kondisi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa bulan ke depan.

Imbauan Pemerintah Daerah

Penjabat (Pj) Bupati Pati telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dalam penanganan banjir. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi melanda wilayah Pati hingga akhir bulan ini.

ADVERTISEMENT
📢 SLOT IKLAN PARALLAXUkuran 300x250 / Responsive

“Kami meminta warga agar tidak memaksakan diri bertahan di rumah jika debit air terus naik. Keselamatan nyawa adalah prioritas utama. Pemerintah akan terus berupaya maksimal dalam menjamin ketersediaan pangan dan obat-obatan di pengungsian. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana terkait upaya jangka panjang normalisasi sungai agar bencana tahunan ini bisa diminimalisasi,” tegas Pj Bupati.

Pantau terus pembaruan berita Pati hari ini terkini hanya di portal berita kami untuk mendapatkan informasi paling akurat mengenai kondisi cuaca, titik banjir, dan rekayasa lalu lintas di jalur Pantura yang terdampak.

📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 3 dari 3