- Kecamatan Gabus: Terutama di Desa Banjarsari dan Mintobasuki, dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 120 sentimeter.
- Kecamatan Juwana: Desa Doropayung dan Kedungpancing menjadi wilayah terparah karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan bibir sungai.
- Kecamatan Jakenan: Air merendam akses jalan utama antar-desa, melumpuhkan mobilitas warga.
- Kecamatan Kayen: Banjir bandang dari kawasan Pegunungan Kendeng turut membawa material lumpur ke permukiman.
- Kecamatan Sukolilo: Area persawahan dan permukiman di dataran rendah tergenang air setinggi dada orang dewasa.
Respons Cepat BPBD dan Evakuasi Warga
Menyikapi eskalasi banjir yang cepat, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan puluhan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan kemanusiaan. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan jiwa dan evakuasi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, balita, dan warga yang tengah sakit.
“Kami telah mendirikan sejumlah posko pengungsian dan dapur umum di balai desa maupun tempat ibadah yang posisinya lebih tinggi dan aman dari jangkauan air. Evakuasi menggunakan perahu karet terus kami lakukan, terutama di Desa Doropayung dan Mintobasuki yang terisolir akibat akses jalannya terputus total,” ujar perwakilan BPBD setempat saat ditemui di lokasi evakuasi.
Distribusi Logistik dan Layanan Kesehatan
Selain evakuasi, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat. Dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Pati mampu memproduksi hingga 5.000 bungkus nasi setiap harinya untuk didistribusikan kepada warga yang bertahan di rumah maupun di pengungsian. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati juga telah menyiagakan posko kesehatan keliling guna mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti diare, penyakit kulit (gatal-gatal), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan ancaman leptospirosis.
Ancaman Gagal Panen Hantui Petani
Dampak banjir kali ini tidak sekadar menyasar permukiman. Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah, Kabupaten Pati menghadapi ancaman kerugian ekonomi yang masif di sektor agraris. Ribuan hektare lahan persawahan yang baru saja memasuki masa tanam kini berubah layaknya lautan.
