PATI – Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang selama ini dijuluki sebagai Bumi Mina Tani, kini tengah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di jalur pesisir utara (Pantura) Jawa. Fenomena menarik ini terekam jelas dalam liputan kuliner khas & cafe hits Pati yang dilakukan oleh tim redaksi pada akhir pekan ini. Menyatukan kekayaan rempah warisan leluhur dengan sentuhan gaya hidup urban yang modern, Pati berhasil memikat hati para pelancong dan penikmat kuliner dari berbagai penjuru daerah.
Merawat Ingatan Lewat Kuliner Khas Legendaris
Berbicara tentang lanskap kuliner Pati, tentu tidak bisa dilepaskan dari hidangan ikoniknya: Nasi Gandul. Dalam liputan khusus ini, tim menyambangi Desa Gajahmati, wilayah yang diyakini sebagai tempat lahirnya kuliner berkuah kecokelatan tersebut. Aroma rempah, kluwek, dan santan langsung menyerbak saat memasuki warung-warung sederhana di sepanjang jalan desa yang selalu ramai pengunjung.
“Resep ini sudah turun-temurun sejak puluhan tahun lalu. Kuncinya ada pada kualitas rempah pilihan dan cara memasak daging sapi agar bumbunya meresap sempurna serta teksturnya empuk,” ujar Pak Meled, salah satu generasi penerus penjual Nasi Gandul legendaris di Pati. Disajikan di atas piring beralaskan daun pisang, Nasi Gandul memberikan sensasi gurih dan manis yang memanjakan lidah, lengkap dengan pilihan lauk tambahan seperti tempe garit, babat, paru, dan telur bacem.
Selain Nasi Gandul, liputan kuliner khas ini juga menyoroti Soto Kemiri dan Petis Runting. Soto Kemiri, hidangan soto ayam dengan kuah santan kuning yang kaya akan kemiri, menawarkan keunikan tersendiri dan menjadi menu sarapan wajib warga lokal. Sementara itu, Petis Runting hadir bagi penggemar cita rasa ekstrem; sebuah hidangan berkuah kental dari tepung beras sangrai berpadu dengan iga dan sumsum tulang kambing yang gurihnya tiada tara.
