PATI — Memasuki puncak musim penghujan, kondisi cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Pencarian informasi terkait berita Pati hari ini terkini didominasi oleh musibah banjir bandang dan genangan air yang semakin meluas. Ribuan rumah di sejumlah kecamatan dilaporkan terendam banjir menyusul meluapnya Sungai Silugonggo, atau yang lebih dikenal dengan Sungai Juwana, pada awal pekan ini.

Bencana hidrometeorologi ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas harian warga, tetapi juga mengancam sektor pertanian yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Pati melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status tanggap darurat bencana seiring dengan debit air yang terus mengalami peningkatan di beberapa titik rawan.

ADVERTISEMENT
📢 SLOT IKLAN PARALLAXUkuran 300x250 / Responsive

Luapan Sungai Juwana dan Titik Terparah

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim redaksi di lapangan, curah hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem telah mengguyur wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya (termasuk lereng Pegunungan Kendeng dan Muria) selama empat hari berturut-turut. Hal ini menyebabkan kapasitas hulu sungai tidak mampu menampung debit air, yang berujung pada meluapnya aliran Sungai Juwana ke permukiman warga.

Hingga berita ini diturunkan, tercatat ada lima kecamatan yang terdampak banjir paling parah, yaitu:

📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 1 dari 3