PATI — Dinamika perekonomian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menunjukkan tren positif yang sangat signifikan sepanjang tahun ini. Berbagai tajuk mengenai Berita Lokal, Bisnis & Event Pati terus menghiasi halaman utama media massa dan portal berita regional. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan indikator nyata dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menggerakkan roda ekonomi di kawasan yang berjuluk Bumi Mina Tani tersebut.
Pascapandemi, Kabupaten Pati seolah berlari mengejar ketertinggalan. Kebangkitan ini ditandai dengan menjamurnya investasi di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta padatnya kalender acara (event) berskala lokal hingga nasional yang digelar di berbagai titik strategis, seperti Alun-Alun Pati dan Plaza Pragolo.
Geliat Bisnis UMKM dan Masuknya Investasi
Sektor bisnis di Pati tidak lagi hanya bergantung pada pertanian dan perikanan tradisional. Berdasarkan pantauan redaksi, terjadi diversifikasi usaha yang masif. Generasi muda Pati mulai merambah sektor ekonomi kreatif, food and beverage (F&B), hingga rintisan teknologi (startup) lokal yang berfokus pada agrikultur.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, dalam sebuah wawancara baru-baru ini, menyebutkan bahwa terdapat peningkatan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa sektor bisnis yang menjadi primadona dan pilar ekonomi Pati saat ini meliputi:
