“Kita sedang menghadapi puncak bonus demografi. Banyak lowongan pekerjaan yang tersedia, namun kualifikasi yang diminta oleh industri seringkali belum bisa dipenuhi oleh para lulusan baru (fresh graduate). Oleh karena itu, upskilling dan reskilling melalui pelatihan vokasi maupun sertifikasi profesional adalah sebuah keharusan,” ungkap salah satu pejabat fungsional pengantar kerja Kemnaker dalam sebuah forum diskusi ketenagakerjaan baru-baru ini.
Perusahaan saat ini cenderung menerapkan rekrutmen berbasis kompetensi (competency-based recruitment). Artinya, kemampuan praktis, soft skills seperti pemecahan masalah (problem solving), komunikasi, dan kecerdasan emosional seringkali menjadi faktor penentu diterima atau tidaknya seorang kandidat.
Waspada Jebakan Lowongan Kerja Bodong
Di balik tingginya antusiasme masyarakat mencari kerja, ancaman kejahatan siber yang menargetkan para pencari kerja juga semakin marak. Sindikat penipuan kerap memanfaatkan keputusasaan kandidat dengan menyebarkan informasi lowongan kerja palsu melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, hingga email yang dimanipulasi seolah-olah berasal dari perusahaan besar ternama atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Untuk menghindari jebakan lowongan pekerjaan fiktif, para pencari kerja diimbau untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian. Berikut adalah beberapa ciri-ciri penipuan rekrutmen yang wajib diwaspadai:

Leave a Reply Cancel reply