“Kolaborasi organik antara penjaga warisan kuliner tradisional dan para pengusaha muda yang membuka cafe hits menciptakan ekosistem pariwisata yang sangat sehat. Wisatawan yang datang bisa menikmati Nasi Gandul di siang hari, lalu menghabiskan malam di cafe-cafe kekinian. Ini memperpanjang masa tinggal (length of stay) wisatawan di Pati,” jelas perwakilan Dinporapar Pati.

Ke depannya, Pemkab Pati berencana untuk mengintegrasikan peta wisata kuliner ini ke dalam satu platform digital terpadu, sehingga memudahkan wisatawan untuk melakukan eksplorasi. Dukungan terhadap UMKM kuliner juga terus digalakkan melalui berbagai pelatihan kebersihan pangan, pemasaran digital, dan penyelenggaraan festival kuliner tahunan.

ADVERTISEMENT
📢 SLOT IKLAN PARALLAXUkuran 300x250 / Responsive

Liputan kuliner khas & cafe hits Pati ini pada akhirnya membuktikan bahwa modernisasi tidak harus menggerus tradisi. Di Bumi Mina Tani, semangkuk Nasi Gandul yang sarat akan sejarah dapat bersanding harmonis dengan secangkir caffe latte modern, menciptakan harmoni rasa dan pengalaman wisata yang akan selalu dirindukan oleh siapa saja yang pernah menjejakkan kaki di sana.

📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 3 dari 3