PATI, PORTAL BERITA NASIONAL — Kabupaten Pati, Jawa Tengah, selama ini dikenal luas dengan semboyan ‘Pati Bumi Mina Tani’. Julukan ini bukan isapan jempol belaka, mengingat besarnya potensi sektor pertanian dan perikanan di wilayah tersebut. Namun, di tangan generasi milenial, potensi tradisional ini bertransformasi menjadi komoditas bernilai tinggi yang diakui dunia. Inilah kisah sukses pengusaha muda Pati, Aditya Ramadhan (28), yang berhasil menyulap daun kelor (Moringa oleifera) menjadi ’emas hijau’ dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan.
Ditemui di fasilitas pengolahannya yang berlokasi di Kecamatan Margorejo, Pati, Aditya tampak sibuk mengawasi proses penyortiran daun kelor segar yang baru saja dipanen oleh para petani mitra. Lewat bendera usahanya, PT Pati Natura Ekspor, Aditya kini rutin mengirimkan bubuk kelor dan teh daun kelor ke berbagai negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara di Eropa.
Awal Mula Perjalanan yang Penuh Keraguan
Perjalanan bisnis Aditya tidak dimulai dari jalan yang mulus. Lulusan Sarjana Pertanian dari salah satu universitas negeri di Jawa Tengah ini merintis usahanya pada akhir tahun 2019. Kala itu, ia melihat banyak tanaman kelor di desanya yang hanya dibiarkan tumbuh liar sebagai pagar pembatas pekarangan atau bahkan dikaitkan dengan hal-hal mistis.
“Awalnya banyak yang menertawakan. Warga desa bingung, untuk apa daun kelor dikumpulkan dan dibeli? Padahal di luar negeri, kelor ini dijuluki superfood karena kandungan gizinya yang sangat tinggi,” ungkap Aditya kepada tim redaksi, Rabu (24/5).
