PATI – Memasuki kuartal baru di tahun ini, roda perekonomian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menunjukkan tren positif yang signifikan. Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat dari menjamurnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga dari ekspansi bisnis perusahaan-perusahaan besar di sektor ritel, otomotif, dan telekomunikasi. Dampak langsung dari fenomena ini adalah meningkatnya ketersediaan lapangan pekerjaan. Saat ini, loker marketing & sales counter Pati mendominasi bursa lowongan kerja daerah, memberikan angin segar bagi para pencari kerja (job seeker) lokal.
Geliat Ekonomi Daerah dan Meningkatnya Permintaan Tenaga Penjualan
Berdasarkan pantauan di berbagai platform pencari kerja dan pusat informasi ketenagakerjaan daerah, posisi di garis depan (frontliner) seperti Marketing Executive dan Sales Counter mengalami lonjakan permintaan hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sangat masuk akal mengingat daya beli masyarakat Pati yang perlahan merangkak naik paska pandemi.
Sektor otomotif (dealer motor dan mobil), elektronik, serta ritel gawai (smartphone) menjadi penyumbang terbesar dalam membuka loker marketing & sales counter Pati. Perusahaan-perusahaan ini menyadari bahwa untuk memenangkan persaingan pasar yang semakin ketat, mereka membutuhkan ujung tombak perusahaan yang tangguh, komunikatif, dan mampu meyakinkan calon konsumen secara langsung.
Seorang pengamat ekonomi daerah menyebutkan bahwa pergeseran gaya belanja masyarakat yang kini kembali menyukai interaksi langsung (offline) di gerai fisik turut memicu kebutuhan akan Sales Counter. Konsumen di Pati cenderung ingin melihat, menyentuh, dan mendapatkan penjelasan detail mengenai produk sebelum memutuskan untuk membeli, terutama untuk barang-barang bernilai tinggi.
