PATI, PORTALBERITA.COM – Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini tidak hanya dikenal dengan julukan Kota Bumi Mina Tani. Dalam beberapa tahun terakhir, denyut nadi perekonomian daerah ini semakin terasa dengan menjamurnya bisnis Food and Beverage (F&B), khususnya kedai kopi atau coffee shop. Fenomena ini secara langsung berdampak pada melonjaknya pencarian loker barista & waiters cafe Pati, yang kini menjadi primadona baru bagi para pencari kerja, khususnya dari kalangan Generasi Z dan Milenial.
Menjamurnya Bisnis F&B dan Kebutuhan Tenaga Kerja
Pergeseran gaya hidup masyarakat yang menjadikan cafe sebagai tempat berkumpul, bekerja (remote working), berdiskusi, hingga sekadar melepas penat, mendorong para investor dan pengusaha lokal untuk membuka gerai-gerai kopi baru. Dari kawasan pusat kota di sekitar Alun-Alun Pati, Jalan Panglima Sudirman, hingga merambah ke wilayah pinggiran seperti Margorejo dan Trangkil, kedai kopi dengan berbagai konsep estetis tumbuh subur bak jamur di musim penghujan.
“Hampir setiap bulan selalu ada satu atau dua cafe baru yang melakukan grand opening di Pati. Ini tentu angin segar bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Kebutuhan akan staf operasional sangat tinggi dan perputarannya cukup dinamis,” ujar Budi Santoso, salah satu pengamat ekonomi kreatif dan UMKM di Kabupaten Pati saat ditemui, Rabu (25/10). Hal ini terbukti dari banyaknya selebaran digital maupun unggahan di media sosial yang memuat informasi loker barista & waiters cafe Pati dengan berbagai tawaran gaji serta fasilitas yang kompetitif.
Kualifikasi yang Dicari Pengusaha Cafe
Meskipun lowongan terbuka lebar, industri hospitality menuntut kualifikasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menjadi seorang barista atau pelayan (waiter/waitress) bukan sekadar meracik minuman instan atau mengantar makanan ke meja pelanggan. Ada standar kompetensi yang harus dipenuhi agar pelanggan mendapatkan pengalaman kuliner terbaik.
