Pekerja dalam model gig economy, misalnya, kerap tidak mendapatkan hak dasar seperti cuti berbayar, asuransi kesehatan penuh dari perusahaan, maupun pesangon saat pemutusan hubungan kerja. Oleh karena itu, desakan agar pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) khusus yang mengatur jaminan sosial berdasarkan sistem & model kerja semakin menguat. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) terus digenjot, namun kepatuhan dari pihak penyedia kerja/platform masih perlu diawasi ketat.

Adaptasi Perusahaan dan Metrik Penilaian

Dari sisi pemberi kerja, transformasi ini menuntut perombakan total pada sistem Key Performance Indicator (KPI). Penilaian kinerja tidak bisa lagi didasarkan pada absensi fisik atau lamanya seseorang duduk di meja kantor. Perusahaan modern kini beralih pada Objective and Key Results (OKR) yang berfokus pada pencapaian target.

- Advertisement -
SLOT PARALLAX

Pasang Iklan Banner Anda di Sini

Efek parallax diam otomatis ala Igniel. Upload script/gambar di Customizer.

Sistem kompensasi dan benefit juga mulai disesuaikan. Sebagai contoh, tunjangan transportasi yang biasanya diberikan kepada pekerja WFO, kini sering kali dialihkan menjadi tunjangan komunikasi, kuota internet, atau subsidi ergonomi (pembelian kursi/meja kerja) bagi mereka yang bekerja dengan model remote. Penyesuaian benefit berdasarkan sistem & model kerja ini dinilai lebih tepat sasaran dan adil bagi karyawan.

Masa Depan Dunia Kerja Indonesia

Transformasi ketenagakerjaan berdasarkan sistem & model kerja bukanlah sebuah tren sesaat yang akan hilang, melainkan evolusi permanen dalam ekosistem profesional global yang juga melanda Indonesia. Agar transisi ini tidak menimbulkan gejolak sosial, diperlukan dialog tripartit yang berkesinambungan antara pemerintah, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha (APINDO).

πŸ“‘ HALAMAN ARTIKEL
Halaman 2 dari 3