Kemenangan Leclerc tidak lepas dari strategi berani tim kuda jingkrak yang menerapkan taktik satu kali pit stop (one-stop strategy), di saat tim rival seperti McLaren dan Mercedes memilih strategi dua stop. Manajemen ban keras (hard tyre) yang brilian dari Leclerc membuatnya mampu menahan gempuran duo McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris, yang harus puas finis di posisi kedua dan ketiga.
Hasil di Monza ini semakin memanaskan persaingan di klasemen Konstruktor F1, di mana Red Bull Racing yang tampil kurang optimal kini mendapat ancaman serius dari McLaren dan Ferrari di paruh kedua musim 2024.
Perubahan Signifikan di Klasemen Sementara
Kembali ke ajang MotoGP, insiden yang menimpa Bagnaia menjadi keuntungan besar bagi Jorge Martin (Pramac Racing). Martin yang finis di posisi kedua pada balapan utama Aragon kini kembali mengambil alih puncak klasemen dan memperlebar jarak dari para pesaingnya.
- 1. Jorge Martin (Pramac Racing) β 299 poin
- 2. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) β 276 poin
- 3. Marc Marquez (Gresini Racing) β 229 poin
- 4. Enea Bastianini (Ducati Lenovo) β 228 poin
Dengan selisih 23 poin antara Martin dan Bagnaia, serta kebangkitan Marc Marquez yang kini menyodok ke peringkat ketiga klasemen, sisa seri balapan musim 2024 dipastikan akan berjalan semakin ketat dan sulit diprediksi. Rombongan sirkus MotoGP selanjutnya akan bertolak ke Sirkuit Misano untuk melakoni Grand Prix San Marino pekan depan.

Leave a Reply Cancel reply