PATI — Mencari pekerjaan seringkali menjadi tantangan tersendiri yang cukup berat, terutama bagi para lulusan baru (fresh graduate) yang belum memiliki rekam jejak di dunia profesional. Syarat ‘minimal pengalaman kerja 1-2 tahun’ yang kerap tertera dalam informasi lowongan acap kali memupuskan harapan sebelum mereka sempat mencoba. Namun, angin segar kini berhembus di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tren rekrutmen tenaga kerja di wilayah berjuluk Bumi Mina Tani ini mulai menunjukkan pergeseran yang sangat positif.

Berdasarkan pantauan tim redaksi dan data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, berbagai perusahaan berskala lokal maupun nasional yang beroperasi di Pati kini semakin gencar membuka loker tanpa pengalaman kerja Pati. Fenomena ini tidak hanya menjadi solusi bagi tingginya angka pencari kerja dari kalangan lulusan SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi, tetapi juga menandakan pertumbuhan ekonomi daerah yang membutuhkan banyak tenaga operasional baru.

Sinergi Pemerintah dan Swasta Tekan Pengangguran

Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Tenaga Kerja terus berupaya memfasilitasi para pencari kerja. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan rutin menggelar bursa kerja (Job Fair) dan menjalin nota kesepahaman dengan berbagai perusahaan industri. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah mengimbau agar sektor swasta memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal yang belum memiliki pengalaman, asalkan mereka memiliki kemauan keras untuk belajar dan bekerja.

“Kami menyadari bahwa setiap profesional yang ahli saat ini, dulunya juga berawal dari seseorang yang tidak memiliki pengalaman. Oleh karena itu, kami terus mendorong perusahaan-perusahaan di Pati untuk menyediakan kuota khusus bagi fresh graduate. Sistem training atau pelatihan internal perusahaan (on the job training) adalah kunci untuk mencetak SDM yang handal sesuai kebutuhan industri,” ungkap salah satu perwakilan Disnaker Pati dalam sebuah forum ketenagakerjaan baru-baru ini.

📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 1 dari 3