PATI, PORTALBERITA – Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini tengah bertransformasi menjadi salah satu primadona kawasan industri baru di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa. Masuknya sejumlah investor besar, mulai dari pabrik garmen, sepatu, hingga pengolahan makanan, membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Fenomena ini secara langsung membuka puluhan ribu lowongan pekerjaan bagi masyarakat Pati dan sekitarnya.

Namun, tingginya serapan tenaga kerja ini juga dibarengi dengan ketatnya persaingan di antara para pencari kerja (pencaker). Untuk bisa menembus tahap wawancara, seorang pelamar harus mampu memikat perhatian Human Resources Department (HRD) sejak tahap seleksi administrasi. Salah satu senjata utamanya adalah surat lamaran kerja yang baik, benar, dan profesional.

ADVERTISEMENT
📢 SLOT IKLAN PARALLAXUkuran 300x250 / Responsive

Pentingnya Kesan Pertama Melalui Surat Lamaran

Banyak pencari kerja yang kerap menyepelekan format surat lamaran. Padahal, dokumen ini adalah representasi diri pelamar sebelum bertemu langsung dengan pihak perusahaan. Praktisi HRD di salah satu pabrik manufaktur di Pati, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa surat lamaran yang rapi dan terstruktur menunjukkan keseriusan serta karakter pelamar.

“Setiap hari kami menerima ratusan hingga ribuan berkas lamaran. Surat lamaran yang ditulis asal-asalan, coret-coretan, atau formatnya tidak jelas, biasanya akan langsung kami singkirkan. Kami mencari kandidat yang teliti dan mau berusaha, dan itu terlihat dari surat lamarannya,” ujar Budi kepada tim redaksi, Rabu (25/10).

📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 1 dari 3