PATI, BERITANASIONAL – Geliat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali menunjukkan tren positif pasca-pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Koperasi dan UMKM bersiap menggelar agenda event & bazar UMKM Pati berskala besar pada akhir pekan ini. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak daya saing produk lokal sekaligus menjadi sarana hiburan yang edukatif bagi masyarakat luas.
Rangkaian Agenda Event & Bazar UMKM Pati
Acara yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati dan pelataran Stadion Joyokusumo ini diproyeksikan akan menyedot puluhan ribu pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah. Berdasarkan data resmi dari panitia penyelenggara, lebih dari 200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mengonfirmasi partisipasinya dalam perhelatan akbar ini.
Untuk memastikan pengunjung mendapatkan pengalaman terbaik, panitia telah menyusun berbagai kegiatan menarik. Berikut adalah rincian jadwal dan kegiatan yang patut Anda catat:
- Pameran Produk Kriya dan Fashion: Menampilkan kerajinan tangan khas Pati, termasuk kain Batik Bakaran yang legendaris dengan motif-motif klasiknya yang memukau.
- Festival Kuliner Nusantara: Pengunjung dapat memanjakan lidah dengan hidangan khas daerah seperti Nasi Gandul, Soto Kemiri, hingga berbagai inovasi olahan Bandeng Presto.
- Workshop Digital Marketing: Pelatihan gratis bagi para pelaku usaha dan pemuda untuk memperluas jangkauan pasar melalui platform e-commerce dan media sosial.
- Panggung Hiburan Rakyat: Menampilkan kesenian tradisional ketoprak, tari-tarian daerah, dan penampilan musisi lokal yang siap menghibur pengunjung dari sore hingga malam hari.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Penjabat (Pj) Bupati Pati, dalam keterangan persnya, menegaskan bahwa agenda event & bazar UMKM Pati ini bukanlah sekadar acara seremonial tahunan semata. “Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi para pelaku usaha kecil agar bisa ‘naik kelas’. Kami ingin produk-produk kebanggaan Pati tidak hanya jago kandang, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional bahkan menembus pasar global,” ujarnya dengan optimis.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung utama perekonomian Kabupaten Pati. Sektor ini terbukti paling tangguh dalam menopang kesejahteraan masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global. Oleh karena itu, pameran dan bazar ini ditargetkan mampu mencetak perputaran uang hingga miliaran rupiah selama tiga hari masa penyelenggaraan.
Daya Tarik Produk Lokal: Dari Kopi Jolong hingga Batik Bakaran
Salah satu primadona yang selalu dinanti dalam bazar kali ini adalah stan komoditas kopi, khususnya Kopi Jolong. Kopi jenis robusta yang ditanam di lereng Gunung Muria ini memiliki cita rasa khas yang mulai banyak diminati oleh para penikmat kopi dari berbagai penjuru nusantara. Para petani dan roastery lokal akan menyajikan pengalaman mencicipi kopi langsung (cupping) bagi para pengunjung yang hadir.
Selain sektor kuliner, sektor fashion juga unjuk gigi melalui pameran Batik Bakaran. Batik tulis asli dari Desa Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana ini, akan ditampilkan dalam balutan fashion show jalanan (street fashion) yang melibatkan muda-mudi asli Pati. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan Generasi Z terhadap warisan budaya takbenda tersebut.
Digitalisasi Transaksi dan Sinergi Lintas Sektor
Menariknya, penyelenggaraan bazar tahun ini sangat mendorong digitalisasi transaksi. Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati bekerja sama dengan Bank Indonesia dan perbankan daerah untuk memfasilitasi seluruh tenant dengan layanan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Langkah adaptif ini diambil guna mempermudah transaksi nontunai yang dinilai lebih aman, cepat, dan efisien.
Antusiasme tidak hanya datang dari jajaran pemerintah, melainkan juga dari para pelaku usaha itu sendiri. Siti Aminah (45), salah satu pengrajin tas rajut yang berpartisipasi, mengungkapkan rasa syukurnya. “Bazar seperti ini sangat membantu kami yang industrinya masih berskala rumahan. Kami bisa bertemu langsung dengan pembeli, mendapat masukan, dan tentunya meningkatkan omzet secara signifikan dibandingkan hari-hari biasa,” ungkap Siti.
Kesuksesan perhelatan ini tentu tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar lokasi acara. Kantong-kantong parkir juga telah ditata sedemikian rupa guna memberikan kenyamanan maksimal.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya tiket masuk alias gratis. Pengunjung hanya diimbau untuk membawa kantong belanja sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye pengurangan sampah plastik yang juga disosialisasikan selama event berlangsung. Jangan lewatkan kesempatan untuk berbelanja, menikmati hiburan, dan mendukung pahlawan ekonomi daerah!
