PATI, PORTALBERITA – Geliat perekonomian pasca-pandemi di wilayah Jawa Tengah, khususnya di kawasan timur laut, terus menunjukkan grafik yang positif. Hal ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja yang kian masif. Bagi para pencari kerja, informasi mengenai loker karesidenan pati kini menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak diburu. Karesidenan Pati yang mencakup Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan, kini bertransformasi menjadi magnet baru bagi para investor, yang berujung pada melimpahnya lowongan pekerjaan.

Sektor Padat Karya Menjadi Primadona

Berdasarkan pantauan tim redaksi dan data dari berbagai Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di wilayah terkait, lonjakan permintaan tenaga kerja paling signifikan terjadi di sektor manufaktur. Relokasi sejumlah pabrik berskala besar dari wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek ke Jawa Tengah menjadi faktor pendorong utama. Faktor Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang dinilai lebih kompetitif bagi pengusaha, serta ketersediaan lahan dan infrastruktur yang semakin memadai, membuat wilayah Pati Raya menjadi pilihan ideal.

Kabupaten Jepara dan Grobogan, misalnya, kini dibanjiri oleh industri garmen, sepatu, dan tas berorientasi ekspor. Sementara itu, Kudus tetap kokoh dengan industri hasil tembakau dan elektronik, serta Pati dengan industri pengolahan makanan dan perikanan. Kehadiran pabrik-pabrik ini membuka ribuan loker karesidenan pati untuk posisi operator produksi, quality control, hingga staf gudang. Tidak hanya itu, sektor retail dan perdagangan juga menunjukkan tren rekrutmen yang agresif seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat setempat.

Tantangan dan Kualifikasi yang Dibutuhkan

Meskipun kuantitas lowongan kerja meningkat, tantangan bagi para pelamar tidak serta-merta menyusut. Dunia industri saat ini menuntut kualifikasi yang lebih spesifik. Selain tenaga kasar atau operator, perusahaan-perusahaan di Karesidenan Pati juga tengah gencar mencari tenaga profesional di bidang administrasi, akuntansi, teknologi informasi (IT), hingga pemasaran digital (digital marketing).

📑 HALAMAN ARTIKEL
Halaman 1 dari 2